SITUS JUDI ONLINE - Nikmatnya Berbagi Sex Dengan Tetangga

Nikmatnya Berbagi Sex Dengan Tetangga


SITUS JUDI ONLINE - Namun saya sungguh mujur memperoleh istri yang demikian cantik bikin beberapa tetangga pada iri denganku dapat disebutkan istriku paling cantik di lingkungannya. Istriku bernama Nieta Isteriku Ada satu kebiasaanku yang mungkin saja tidak sering orang lain punyai, yakni hasrat seks yang tinggi. 

terkadang pada siang hari pada saat ada tamu juga kerap saya mengajak isteri saya sebentar ke kamar untuk lakukan hal semacam itu. Yang anehnya, nyatanya isteriku juga begitu menikmatinya. Meskipun sekian saya tak pernah punya niat jajan untuk menyeimbangi kegilaanku pada seks. Mungkin saja lantaran belum miliki anak, isteriku juga senantiasa siap setiap waktu. 

Kegilaan ini diawali waktu hadirnya tetangga baruku, tak tahu siapa yang mulai, kami begitu akrab. Atau mungkin saja lantaran isteriku yang supel, hingga cepat akrab dengan mereka. Suaminya juga begitu baik, usianya kurang lebih sebaya denganku. Cuma isterinya, woow busyet.., terkecuali masihlah muda juga cantik serta yang membuatku hilang ingatan yaitu bodynya yang wah, juga kulitnya begitu putih mulus. 

Mereka juga sama dengan kami, belum memiliki anak. Mereka geser kesini lantaran pekerjaan baru suaminya yang diletakkan perusahaannya yang baru buka cabang di kota tempatku. 

Saya serta isteriku umum memanggil mereka Mas Geri serta Mbak Deshi. Selebihnya saya tidak paham latar belakang mereka. Bisa disebut kami seperti saudara saja lantaran nyaris sehari-hari kami bercakap, yang kadang-kadang di teras tempat tinggalnya atau demikian sebaliknya. 

Disuatu malam, saya seperti umumnya bertandang ke tempat tinggalnya, sesudah bercakap panjang lebar, Geri menawariku nonton VCD blue yang tuturnya baru dipinjamnya dari rekannya. Saya juga tak menampik lantaran terkecuali belum jauh malam aktivitas yang lain juga tak ada. Seperti umumnya, film blue pasti ceritanya itu-itu saja. Yang membuatku kaget, mendadak isteri Geri turut nonton berbarengan kami. 

 " Waduh, bagaimana ini Ger..? 

Tidak enak nih..! " 

 " Tidak apa-apalah Mas, toh itu tontonan kok, tidak dapat dipegang. 

Bila Mas tidak keberatan, Mbak di ajak sekalian. " tuturnya menyebutkan isteriku.  

Saya tersinggung juga saat itu. Namun sesudah kupikir-pikir, apa kelirunya? Pada akhirnya saya pamit sebentar untuk memanggil isteriku yang tinggal sendirian dirumah.

Seperti umumnya bila telah begini saya segera menarik isteriku ke tempat tidur. Mungkin saja lantaran telah umum Nieta sedikit memprotes. Yang mengagumkan yaitu pagi ini saya betul-betul hilang ingatan. Saya bergulat dengan isteriku seperti kesetanan. Kemaluan Nieta kujilati hingga selesai, bahkan juga kusedot hingga isteriku menjerit. Edan, kok saya hingga segila ini ya, walau sebenarnya hari masihlah pagi. Namun hal semacam itu tak terpikirkan olehku lagi. 

Isteriku hingga terengah-engah nikmati apa yang kulakukan terhadapnya. Nieta segera memegang kemaluanku serta mengulumnya, tak tahu kesenangan apa yang kurasakan waktu itu. Sungguh, tidak bisa kuceritakan. 

 " Mas.., saat ini Mas..! " pinta isteriku memelas. 
Pada akhirnya saya mendekatkan kemaluanku ke lubang kemaluan Nieta. Serta tempat tidur kami juga turut bergoyang. 

Sesudah kami berdua keduanya sama tergolek, mendadak isteriku ajukan pertanyaan, 

 " Kok Mas mendadak nafsu banget sih..? " 

Saya diam saja lantaran malu menyampaikan kalau sesungguhnya Deshi lah yang menambah tensiku pagi ini. Sorenya Geri datang ke rumahku, 

 " Kelihatannya Mas miliki kelainan sepertiku ya..? " tanyanya sesudah kami berbasa-basi. 

 " Maksudmu apa Ger..? " tanyaku heran. 

 " Isteriku tadi narasi, tuturnya tadi pagi dia lihat Mas serta Mbak Nieta bergulat sesudah bercakap dengannya. " 

Loh, saya heran, dari tempat mana Deshi terlihat kami mengerjakannya? Oh iya, baru kusadari nyatanya jendela kamar kami sama-sama bertemu. 

Geri segera memberikan, 

 " Tidak usah malu Mas, saya juga maniak Mas. " tuturnya tanpa ada malu-malu. 

 " Begini saja Mas, " tanpa ada mesti mengerti perasaanku, Geri segera meneruskan, 

 " Saya miliki inspirasi, bagaimana bila kelak malam kita buat acara..? " 

 " Acara apa Ger..? " tanyaku penasaran. 

 " Kelak malam kita buat pesta di rumahmu, bagaimana..? " 

 " Pesta apaan..? Hilang ingatan anda. "


" Pokoknya tenang saja Mas, anda hanya nyediain makan serta musiknya saja Mas, kelak minumannya saya yang nyediain. Kita berempat saja, sebatas refing ajalah Mas, kan Mas belum pernah cobanya..? " 

Malamnya, mendekati jam 20. 00, Geri berbarengan isterinya telah ada di rumahku. Sembari makan serta minum, kami bercakap mengenai saat muda kami. Nyatanya ada kesamaan diantara kami, yakni suka pada serta condong maniak pada seks. 

Diiringi musik yang disetel oleh isteriku, ada perasaan yang agak aneh kurasakan. Saya tidak bisa menerangkan perasaan apa ini, mungkin saja dampak minuman yang dibawakan Geri dari tempat tinggalnya. 

Mendadak saja nafsuku bangkit, saya mendekati isteriku serta menariknya ke pangkuanku. Musik yg tidak demikian kencang merasa seperti menyelimuti pendengaranku. Kulihat Geri juga menarik isterinya serta menciumi bibirnya. Saya makin terangsang, Nieta juga makin bergairah. Saya belum pernah rasakan perasaan seperti ini. 

Tak berapakah lama Nieta telah telanjang bulat, tak tahu kapan saya menelanjanginya. Sebentar saya terasa bersalah, mengapa saya lakukan hal semacam ini di depan orang lain, namun lalu hal semacam itu tak terpikirkan olehku lagi. Seakan-akan nafsuku telah menggelegak menaklukkan fikiran normalku. 

Kuperhatikan Geri perlahan mendudukkan Deshi di meja yang ada di depan kami, mengangkat rok yang dipakai isterinya, lalu membukanya lewat cara mengangkatnya ke atas. Saya makin tak karuan pikirkan mengapa hal semacam ini bisa berlangsung didalam rumahku. 

Namun itu cuma sekilas, selanjutnya saya telah nikmati permainan itu. Deshi juga tinggal cuma kenakan BH serta celana dalamnya saja, serta masihlah duduk diatas meja dengan lutut tertekuk serta terbuka menantang. 

Perlahan Geri buka BH Deshi, terlihat dua bukit putih mulus menantang menyembul sesudah penutupnya terbuka. 

 " Kegilaan apa lagi ini..? " batinku. narasi seks mesum 

Seakan-akan Geri tahu, lantaran senantiasa saya cermati tawarkan bertukaran denganku. Kulihat isteriku yang masihlah terbaring di sofa dengan mulut terbuka menantang dengan nafas tersengal menahan nafsu yang menggebu-gebu, seakan-akan tak keberatan apabila posisiku digantikan oleh Geri. 

Lalu kudekati Deshi yang saat ini tinggal cuma kenakan celana dalam. Dengan tubuh yang sedikit gemetar lantaran memanglah ini pengalaman pertamaku mengerjakannya dengan orang lain, kuraba pahanya yang putih mulus dengan lembut. 

Sesaat Geri kulihat makin beringas menciumi sekujur badan Nieta yang umumnya saya lah yang mengerjakannya. 

Perlahan jari-jemariku mendekati daerah kemaluan Deshi. Kuelus sisi itu, walaupun masihlah tertutup celana dalam, namun aroma khas kemaluan wanita telah merasa, serta sisi itu telah mulai basah. 

Perlahan kulepas celana dalamnya dengan hati-hati sembari merebahkan tubuhnya diatas meja. Terlihat bulu-bulu yang belum demikian panjang menghiasi sisi yang ada diantara ke-2 paha Deshi ini. 


 " Peluklah saya Mas, tolonglah Mas..! " erang Deshi seakan telah siap untuk mengerjakannya. 
Namun saya tak mengerjakannya. Saya menginginkan memberi kesenangan yang benar-benar kesenangan padanya malam ini. 

Kutatapi semua sisi badan Deshi yang memanglah benar-benar prima. Umumnya saya cuma bisa memandangnya dari terlalu jauh, itu juga dengan terhambat baju. Tidak sama saat ini tidak cuma lihat, namun bisa nikmati. Sungguh, ini satu yg tidak pernah terduga olehku. Seperti menginginkan melahapnya saja. 

Lalu kujilati semuanya tanpa ada bekas, sesaat tangan kiriku meraba kemaluannya yang ditumbuhi bulu hitam halus yg tidak demikian tidak tipis. Sisi ini merasa begitu lembut sekali, mulut kemaluannya telah mulai basah. Perlahan-lahan kumasukkan jari telunjukku kedalam.

" Sshh.., akh..! " Deshi menggelinjang nikmat. 

Kuteruskan mengerjakannya, saat ini lebih dalam serta memakai dua jari, Deshi mendesis. 

Saat ini mulutku menuju dua bukit menonjol di dada Deshi, kuhisap sisi putingnya, badan Deshi bergetar panas. Mendadak tangannya mencapai kemaluanku, menggenggam dengan ke-2 telapaknya seakan takut terlepas. 

Posisi Deshi saat ini berbaring miring, sesaat saya berlutut, hingga kemaluanku pas ke mulutnya. Perlahan-lahan dia mulai menjilati kemaluanku. Ubahan tubuhku saat ini yang bergetar hebat. 

Deshi memasukkan kemaluanku kedalam mulutnya. Ya ampun, nyaris saya tak mampu menikmatinya. Mengagumkan nikmatnya, sungguh..! Belum pernah kurasakan seperti ini. Sesaat diatas Sofa Geri serta isteriku seperti membuat angka 69 

Nieta ada dibawah sembari mengulum kemaluan Geri, sesaat Geri menjilati kemaluan Nieta. Napas kami berempat sama-sama berkejaran, seakan-akan lakukan perjalanan panjang yang melelahkan. Bunyi Music yang tak tahu telah berapa lagu seakan memberi semangat kami. 

Saat ini tiga jari kumasukkan kedalam kemaluan Deshi, dia melenguh hebat sampai kemaluanku lepas dari mulutnya. Ubahan saya saat ini yang menciumi kemaluannya. Kepalaku seperti terjepit diantara ke-2 iris pahanya yang mulus. Kujulurkan lidahku sepanjang-panjangnya serta kumasukkan kedalam kemaluannya sembari kupermainkan di dalamnya. Aroma serta rasa-rasanya makin memuncakkan nafsuku. Saat ini Deshi terengah-engah serta lalu menjerit tertahan memohon agar saya selekasnya memasukkan kemaluanku ke lubangnya. 

Cepat-cepat kurengkuh ke-2 pahanya serta menariknya ke bibir meja, kutekuk lututnya serta kubuka pahanya lebar-lebar agar saya bisa memasukkan kemaluanku sembari berjongkok. Perlahan kuarahkan senjataku menuju lubang punya Deshi. 

Saat kepala kemaluanku masuk lubang itu, Deshi mendesis, 

 " Ssshh.., aahhk.., aduh nikmatnya..! Selalu Mas, masukan lagi akhh..! " 

Dengan tentu kumasukkan lebih dalam sembari sesekali menarik sedikit serta mendorongnya lagi. Ada kesenangan mengagumkan yang kurasakan saat saya mengerjakannya. Mungkin saja lantaran sampai kini saya cuma mengerjakannya dengan isteriku, kesempatan ini ada suatu hal yg tidak pernah kurasakan terlebih dulu. 

Tanganku saat ini telah meremas payudara Deshi dengan lembut sembari menGerapnya. Mulut Deshi juga seperti megap-megap kesenangan, selekasnya kulumat bibir itu sampai Deshi hampir tidak bisa bernapas, kutindih serta kudekap sekuat-kuatnya sampai Deshi berontak. 

Pelukanku makin kuperketat, seakan-akan akan tidak terlepas lagi. Keringat telah membasahi semua badan kami. Geri serta isteriku tak kuperhatikan lagi. Yang kurasakan saat ini yaitu satu petualangan yang belum pernah kulalui terlebih dulu. Pantatku masihlah naik turun diantara ke-2 paha Deshi. 

Mengagumkan kemaluan Deshi ini, seperti ada penyedot saja di dalamnya. Kemaluanku seakan tertarik kedalam. Dinding-dindingnya seperti lingkaran magnet saja. Mata Deshi merem melek nikmati permainan ini. 

Erangannya tak pernah putus, sesaat helaan napasnya memburu terengah-engah. Posisi saat ini beralih, Deshi saat ini membungkuk menghadap meja sembari memegang ke-2 segi meja yang tadi tempat dia berbaring, sesaat saya dari belakangnya dengan berdiri memasukkan kemaluanku. 


Hal semacam ini cukup susah, lantaran terkecuali ukuran kemaluanku lumayan besar, lubang kemaluan Deshi juga makin ketat lantaran membungkuk. 

Kukangkangkan kaki Deshi lewat cara memperlebar jarak pada ke-2 kakinya. Perlahan-lahan kucoba memasukkan senjataku. Kesempatan ini sukses, namun Deshi melenguh nyaring, perlahan kudorong kemaluanku sembari sesekali menariknya. 

Lubangnya merasa sempit sekali. Sebagian waktu, mendadak ada cairan punya Deshi membasahi lubang serta kemaluanku sampai merasa nikmat saat ini. Kembali kudorong senjataku serta kutarik sedikit. Goyanganku makin lincah, pantatku maju mundur teratur. Kelihatannya Deshi juga nikmati style ini. 

Buah dada Deshi bergoyang-goyang juga maju-mundur ikuti irama yang datang dari pantatku. Kuremas buah dada itu, kulihat Deshi telah tak kuasa menahan suatu hal yg tidak kumengerti apakah itu. Erangannya makin panjang. 

Kecepatan juga kutambah, goyangan pinggul Deshi makin kuat. Badanku merasa makin panas. Ada suatu hal yang terdorong dari dalam yg tidak kuasa saya menahannya. Kelihatannya menyebar menuju kemaluanku. Saya masihlah berupaya menahannya. 

Selekasnya saya mencabut kemaluanku serta membopong badan Deshi ke tempat yang lebih luas serta menyuruh Deshi telentang di bentangan karpet. Secepat-cepatnya saya menindihnya sembari menekuk ke-2 kakinya hingga ke-2 ujung lututnya melekat ke perut, hingga saat ini terlihat kemaluan Deshi menyembul mendongak ke atas menantangku. Selekasnya kumasukkan senjataku kembali kedalam lubang kemaluan Deshi. 

Pantatku kembali naik turun memiliki irama, namun kesempatan ini lebih kencang seperti bakal meraih finis saja. Nada yang terdengar dari mulut Deshi makin tak karuan, seakan nikmati tiap-tiap suatu hal yang kulakukan kepadanya. 

Mendadak Deshi memelukku sekuat-kuatnya. Goyanganku juga makin jadi. Saya juga berteriak sejadinya, merasa ada suatu hal keluar dari kemaluanku. Deshi menggigit leherku sekuat-kuatnya, selekasnya kurebut bibirnya serta menggigitnya sekuatnya, Deshi menjerit kesakitan sembari bergetar hebat. 

Mulutku merasa asin, nyatanya bibir Deshi berdarah, namun seakan kami tak memperdulikannya, kami seakan terikat kuat serta berguling-guling di lantai. Diatas sofa Geri serta isteriku nyatanya juga telah meraih puncaknya. 

Kulihat Nieta tersenyum senang. Sesaat Deshi tidak ingin melepas kemaluanku dari dalam kemaluannya, ke-2 ujung tumit kakinya masihlah menghimpit ke-2 pantatku. Tak kusadari semua cairan yang keluar dari kemaluanku masuk ke liang punya Deshi. Kulihat Deshi tak memperdulikannya. 

Perlahan otot-ototku mengendur, serta pada akhirnya kemaluanku lepas dari kemaluan Deshi. Deshi tersenyum senang, walaupun kelelahan saya juga rasakan kesenangan tidak ada tara. Nieta juga tersenyum, cuma terlihat malu-malu. Lalu memunguti bajunya serta menuju kamar mandi. 

Sampai sekarang ini momen itu masihlah terang dalam ingatanku. Geri serta Deshi saat ini telah geser serta kembali pada Jakarta. Sesekali kami masihlah terkait melalui telephone. Mungkin saja saya akan tidak pernah melupakan momen itu. Pernah satu saat Deshi bertandang ke tempat tinggal kami, kebetulan saya tak ada dirumah. Dia cuma ketemu dengan isteriku. Kalau saja..







Next
Previous
Click here for Comments

0 komentar: