SITUS JUDI ONLINE - Pertemuan dan Perpisahan yang Berakhir di Ranjang

Pertemuan dan Perpisahan yang Berakhir di Ranjang 


http://www.pasarpoker.com/app/Default0.aspx?lang=id

SITUS JUDI ONLINE - Perkenalanku dengan Rina sungguh akrab walaupun cuma dari chat belum pernah berjumpa segera maklum lantaran jarak dari Medan Jakarta cukup jauh, Bersamaan bejalannya saat nyaris 1 th. lebih kita memiliki peluang untuk berjumpa. 

Saat itu bln. Desember 2014 saya peroleh peluang untuk liburan di Jakarta. Singkat narasi akupun hingga di Bandara Internasional Soekarno-Hatta serta dengan berbekal sebagian lembar photo kirimannya, saya sore harinya pergi ke Mall Taman Anggrek untuk menemuinya. 

Pertama sekali kumelihatnya, saya sungguh terpana. Bagiku, Rina lebih cantik aslinya daripada di fotonya. Ditunjang lagi oleh penampilannya yang makin dewasa yang sesuai dengan profesinya saat ini sebagai programer software di PT JS di lokasi Gatot Subroto Jaksel. 

Hal semacam ini bikin saya makin tertarik dengannya serta bikin birahiku naik dengan cara perlahan. Sesudah berjumpa, kami berdua melingkari Taman Anggrek sampai malam serta dinner di sana. Sesudah dinner kami memiliki kesempatan melingkari Jakarta serta pada akhirnya kami pulang serta kuantar dia hingga ke tempat tinggalnya di lokasi Duri Kepa Jakarta Barat. 

Pertemuan itu membawa masa lalu sendiri bagiku serta oleh karenanya saya kembali mengajak Rina keluar berjalan-jalan esok harinya yang bertepatan dengan malam minggu. Esok harinya, pagi-pagi benar saya menjemput Rina kemudian kami pergi makan pagi berbarengan serta melingkari Jakarta beserta mallnya sampai jam 10 malam. 

Sesungguhnya saya masihlah begitu menginginkan bersamanya sampai larut malam, tetapi Rina menampik lantaran tuturnya tak ada yang melindungi tempat tinggal, sebab Ayah, Ibu, Koko, Kakak ipar serta Dedenya tengah ke Bogor menghadiri kondangan familinya. 

Sesungguhnya saya kecewa juga mendengar penolakannya itu, namun kekecewaanku nyatanya tak lama. Dapat dibuktikan Rina saat itu segera mengajakku untuk bermalam di tempat tinggalnya, lantaran dia tak berani tidur sendirian. 

Akupun tak mengiyakan dengan cara segera penawarannya itu, saya memikirkan sebagian menit. Sesudah memikirkan sebagian menit saya juga mengiyakan tawaran Rina serta nampaknya ia begitu suka sekali. Pada akhirnya kami hingga di tempat tinggalnya jam 10 melalui 30 malam. 

Selekasnya sesudah turun dari mobil, Rina buka pintu pagar serta pintu tempat tinggal. Lantas akupun masuk kedalam tempat tinggalnya yang lumayan besar itu serta tempelkan pantatku pada kursi sofa di ruangan tamunya. Saat itu fikiranku melayang-layang memikirkan kalau saya bisa menyalurkan keinginanku pada Rina. 

Selalu jelas saja, sampai kini saya senantiasa horny bila mendengar nada dari Rina serta saya juga senantiasa beronani memikirkan tengah menyetubuhinya. Bahkan juga seringkali ketika kutelepon dia, saya tengah naked serta beronani sembari bertelepon dengan dia serta Rina juga tahu semua itu.


Sesudah mengunci pintu tempat tinggalnya, Rina permisi padaku untuk mandi serta saya juga mengiyakannya. Mendengar Rina ingin mandi fikiranku jadi tambah kotor sebelumnya setelah saya memikirkan dapat menyetubuhinya. 

Lantas dengan langkah berjingkat-jingkat kuikuti langkah Rina yang jalan ke arah kamar mandi di ruangan makan sampai saya lihat Rina masuk kedalam kamar mandi serta mengunci pintunya. Akupun selekasnya memutar otakku mencari celah supaya bisa mengintip Rina. 

Tetapi belum pernah saya memperoleh langkah mengintip yang cocok, mendadak Rina keluar dari kamar mandi dengan naked serta berteriak lantaran ada kecoa. Saya yang lihat Rina keluar dengan naked cuma dapat terpaku serta diam. Mataku segera tertuju pada dua daging kenyal yang tergantung di dadanya. 

Sungguh indah sekali buah dada Rina yang memiliki ukuran 34 A (kuketahui ukurannya, lantaran saya pernah bertanya ukuran bra nya melalui SMS serta dia juga memberi tahu saya) dengan putingnya yang berwarna kecoklatan. Menginginkan rasa-rasanya lidahku segera menyeruput lokasi dadanya itu. 

Pandangan mataku saat ini tertuju pada lubang vaginanya yang ditumbuhi oleh ilalang asmara meskipun tak demikian lebat. Penisku juga segera bangkit serta berdiri tegak. Saat itu yang cuma ada di fikiranku hanya bagaimana caraku untuk meniduri Rina. 

Tanpa ada fikir panjang akupun mendekati Rina serta kurangkul badannya lantas kutempelkan bibirku pada bibirnya yang lembut mereka itu. Rina tak memberi perlawanan bahkan juga ia juga mengulum bibirku. “Ah.. ” dia mendesah. 

Saya juga makin berani sesudah mendengar desahannya itu. Lidahku keluar masuk ke rongga mulutnya yang mungil serta tanganku juga bergerilya meremas-remas serta kadang-kadang meraba-raba onggokan daging kenyal di dadanya sembari memilin-milin putingnya yang telah mulai mengeras. 

Disamping itu ia juga mulai coba menarik resleting celanaku serta tanpa ada kesusahan dia sukses menurunkan celanaku serta menarik kaosku dan melemparnya ke lantai kamar mandi. Waktu itu, ia sedikit terperanjat, saat tanpa ada berniat tangannya menyentuh penisku yang masihlah dilapis oleh celdamku. 

“Oh.. Very big buanget tongkolmu, Dave” Saya cuma menanggapinya dengan senyum serta tanganku masihlah bekerja memilin-milin puting susunya. Ciumanku mulai kuarahkan ke lehernya serta selalu turun ke bawah serta berhenti dibagian putingnya. 

Disini saya permainkan putingnya yang indah itu dengan lidahku. Kadang-kadang kuemut, kuhisap serta kugigit lembut putingnya itu, hingga bikin Rina tidak kuasa untuk menahan udara nafsunya yang telah nyaris meledak. 

Nampaknya ia juga telah tak sabar untuk lihat serta rasakan penisku lantaran Rina tengah berupaya menarik turun sempakku. Serta lalu tanpa ada rintangan yang bermakna Rina pada akhirnya sukses menurunkan celdamku. 


“Jangan di sini, kita mencari tempat yang enak, ok? Bagaimana bila kita maen di kamar anda? ” 

“Oh iya.. Lebih enak di kamar gue. Kita dapat ngent*t sampai puas”. 

Lantas kugendong badannya ke loteng serta kubawa kedalam kamar tidurnya serta setelah itu kurebahkan badan bugilnya di atas ranjang alga yang empuk. Tanpa ada menanti lebih lama lagi, selekasnya kuhisap puting susunya yang telah makin mengeras lagi. 

“Ah.. Dave, ” pekiknya. “Rin.. Toket loe indah buanget. Gue sukai buanget sama toket loe, ” celetekku dengan penuh nafsu. 

“Terus Dave.. Oh.. Geli.. ” desahnya. Mendengar desahannya saya makin bernafsu. Makin lama ciumanku merambat turun ke pusarnya lantas ke gundukan di selangkangannya. 

Lalu kumainkan clitorisnya dengan lidahku serta saya selalu memasukkan ujung lidahku kedalam lubang vaginanya yang harum itu. Lalu dia mengangkat pinggulnya serta berseru, “Oh.. My god.. Is very great.. Oh.. God.. ” 

Sesaat saya masihlah mempermainkan lokasi vaginanya dengan lidahku, Rina makin kencang menggoyang-goyangkan pinggulnya, lalu dengan mendadak dia berteriak, “Dave.. saya.. ke.. lu.. aarr.. ” serta saat itu badan Rina mengejang serta matanya terpejam. 

Disamping itu di gua keramatnya tampak cairan kewanitaannya membanjiri vaginanya. Kuhisap cairannya itu serta kurasakan manis bercampur asin dengan aroma yang wangi serta hangat. Kuhisap cairannya dengan rakus hingga habis serta badanku kembali merambat ke atas mengisap putingnya kembali yang terlihat indah bagiku. 

Rasa-rasanya bibirku masihlah belum senang menyusui putingnya itu. Selang beberapa saat kulihat Rina kembali menggeliat-geliat serta mendesah-desah. Ia terlihat terangsang kembali serta memohonku untuk selekasnya memasukkan penisku yang memiliki ukuran 16 cm dengan diameter 3 cm kedalam gua keramatnya yang telah basah sekali. 

“Ayo.. Dave.. Masukan tongkolmu ke memiawku. Gue telah tidak tahan lagi, ” pintanya. Tanpa ada menanti lebih lama lagi kuarahkan penisku kedalam lubang vaginanya serta dengan cara perlahan tetapi tentu penisku juga mulai menyeruak masuk kedalam lubang vaginanya yang masihlah sempit (maklumlah Rina masihlah virgin) serta pada akhirnya penisku sukses masuk 3/4 kedalam lubang vaginanya. 

“Aduh.. Pelan-pelan ya, please, ” erangnya sedikit tertahan. Kembali kutekan penisku untuk masuk ke lubang vaginanya dengan cara perlahan-lahan hingga pada akhirnya saya sukses memasukkan semuanya penisku kedalam lubang vaginanya serta menyentuh basic vaginanya. 

“Oh.. Nikmat buanget.. ” tuturnya yang dibarengi dengan desahan halus. Saya makin bernafsu untuk menggenjotnya sesudah mendengar desahan serta erangannya. Makin dia mendesah, saya makin mempercepat genjotanku di lubang vaginanya. 

“Oh.. Dave.. ak.. uu.. suudahh.. ma.. uu.. kke.. luarr.. rr.. laggii.. ” “Tahan Rin.. saya juga.. u.. da.. ingin.. ke.. luuaarr, mengeluarkan di.. mana.. Rin? ” tanyaku. 

“Di.. Da.. ” Belum pernah ia menjawab, saya telah tidak dapat menahannya lagi, hingga mengakibatkan, Crot.. Crot.. Crot.. Crot..! Sekian kali penisku menembakkan maniku yang banyak kedalam lubang vaginanya serta waktu itu juga saya rasakan cairan hangat Rina beserta aliran darah perawannya menyelimuti batang penisku yang masihlah tegak didalam vaginanya. 

“Terima kasih Rin.. Anda telah memberi saya kesenangan malam ini.. ” ujarku sembari mengecup lembut bibirnya serta menarik keluar penisku. “Aku juga menginginkan terima kasih ke anda, lantaran sudah memuaskan nafsuku untuk lakukan jalinan seks denganmu yang sampai kini kupendam dalam anganku, ” tuturnya tanpa ada malu-malu dengan mata yang sayu. 

“Ayo.. Kita mandi berdua, ” ajaknya sembari menarik tanganku. Serta di kamar mandi itu, batang penisku kembali bereaksi saat Rina mengelus-elusnya. Tanpa ada malu-malu saya segera menarik pinggang Rina serta menyuruhnya menungging ke arahku. 

Saya juga dengan cara perlahan-lahan tempat memasukkan penisku yang telah menegang ke sela-sela pantatnya yg tidak demikian besar. Sesaat, Rina tersentak, tetapi hal semacam itu cuma berjalan sebentar saja, lantaran Rina lalu menggerak-gerakkan pinggulnya saat dirasa penisku telah masuk semua kedalam lubangnya. 

“Ah.. Dave.. a.. kk.. uu.. ke.. ll.. uu.. aa.. rr.. l.. aa.. g.. ii.. ” erangnya dengan lembut. “A.. k.. u.. juu.. ggaa.. ” kataku sembari menyemprotkan maniku ke lubang vaginanya kembali. Kemudian kami meneruskan acara mandi kembali serta sesudah mandi, sebelumnya tidur, saya mengent*tnya sekali lagi. 

Esok paginya ketika saya bangun jam 7 pagi kembali kugenjot dia serta malam harinya kami kembali ber-ML ria.. Sungguh berlibur yang terkesan dengan rekan chatting. Terima kasih Rina atas virginmu.










Next
Previous
Click here for Comments

0 komentar: