SITUS JUDI ONLINE - KISAH NYATA RAPAT ORANG TUA MURID, BERPAKAIN LUSUH NAMUN UCAPANYA BIKIN SEMUA ORANG TERCENGANG!!

KISAH NYATA RAPAT ORANG TUA MURID, BERPAKAIN LUSUH NAMUN UCAPANYA BIKIN SEMUA ORANG TERCENGANG!!


SITUS JUDI ONLINE - Tepatnya pada pukul jam 00.09 hari sabtu , Semua orang tua murid mulai masuk ke dalam ruangan. Beberapa orang tua murid terlihat penuh antusias dan terlihat penuh sopan santun, Berbagai banyak yang terlihat orang tua murid dengan berpakain rapih dengan mempamerkan baju mahal dan di sertai aksesoris dan tas branded yang di penuhi dengan keangkuhan, Selain itu salah satu di antara mereka ada juga kalangan orang tua murid dengan berpakain biasa saja dan sangat terlihat berhati-hati.

Pada saat acara segera mulai dan semua orang yang di dalam ruang bersiap untuk duduk rapih pada bangku yang sudah di siapkan, Guru-guru pun segera duduk di kursi yang sudah di siapkan. Salah satu guru segera menutup pintu ruangan dan segeralah acara di mulai. Namun pada saat acara berlangsung di mulai, Tiba-tiba Pintu ruangan acara terbuka perlahan-lahan,

Munculah seorang pria paruh baya, dengan berbadan kotor yang di penuhi dengan debu segeralah dia masuk dengan wajah yang tersenyum dan berkata "maaf saya datang terlambat".

Segerahlah pria paruh baya mencari banku yang masih kosong, Tapi kehadiranya jadi pusa perhatian dari orang tua murid yang lain. Pria paruh baya ini hanya menggunakan pakain kerja dengan sedikit lucek dan penuh cipratan cat, celananya pekat dengan debu, dan dia hanya memakai sepatu boot yang penuh dengan lumpur.

Salah satu guru menghampiri pria paruh baya itu dan berkata,
Guru : "Permisi bapak siapa?"
Pria paruh baya : "Saya orang tua Aminudin"

Guru yang terlihat sangat kaget mendengar jawaban dari pria paruh baya itu ,lalu ibu guru menyuruhnya untuk menandatangani buku kehadiran.
di saat bapak ini mau nulis di buku kehadiran, namun bapak  aminudin ini menjelaskan ke guru bahwa dia tidak bisa menulis dan membaca sambil berkata minta maaf, Namaun salah satu wali orang tua murid mendengarkanya dan seteng orang di belakang menertawainya.

Kemudia setelah ibu guru membantu pria paruh baya tersebut untuk mendatangani, Kemudia ibu guru menjelaskan tujuan acara ini di adakan supaya setiap orang tua dapat saling berbagi pengalaman bagaimana cara mendidik anak denagn baik serta kesan selama mendidik dan mebesarkan anak.



Seiring berjalanya acara di mulai dan orang tua satu persatu membagikan pengalaman mereka bagaimana mereka mendidik anak-anak mereka, Banyak dari wali orang tua murid mencerikan pengalamnya dengan berbagai cara berbedan dan berbeda karakter. ada yang mendidik dengan cara ketak, ada yang mendidik dengan cara bener-benr disiplin , sehingga anak-anak mereka dapat mengerjakan pr dan selalu giat belajar.Ada pula sebagian orang tua mengeles dengan guru privat dll.

Setelah semuanya sudah mencerikan sebagian pengalaman dari orang tua murid, Kini guru meminta untuk pra separu baya itu alias bapak aminudi untuk meceritakan bagamana dia mendidik aminudin dalam keseharianya, Sebelum ayah aminudi bercerta, sosok aminudin ini adalah seorang anak belita yang baik hati, dan dia di sekolah anak yang pandai dan pinter, Selalu mendapatkan niali" bagus dan peringkat setiap pembagian rapot.

sosok aminudin adalah anak yang berbakti kepada ayanhnya, dan dia selalu baik terhadap teman_temanya,aminudin idaman para guru_guru dengan kepolosanya. kembali lagi ke ayahnya,

Akhirnya ayahnya berdiri dan maju kedepan, tidak sedikit banyak orang yang melihat ayahnya dengan expresi kaget dan heran, seorang pria paruh baya yang laatr belakangnya tidak ada pendidikan dan tidak terpelajar namun mempunyai atau memiliki seorang anak yang hebat.



Ini perkataan dari ayah aminudin : ayah aminudi sebelum bercerta dia sedikit diam sambil melihat orang di sekitarnya dengan perasaan gugup dan bingung, Namun dia mirik anaknya dan anaknya meberikan semangat dari bahasa tubuh yang keluar dari aminudin,.

Kata pria paruh baya itu, Saya sangat suka melihat anak saya pada waktu mengerjakan pr nya, Setiap saya pulang kerja tidak perduli seberapa capeknya,lelahnya bekerja , asalkan dia melihat senyuman dari anak saya .

Pada suatu hari, Anak bertanya kepada saya, "Ayah.. kenapah setiap ayah pulang kerja ayah selalu memperhatiakan udi setiap udi mengerjakan tugas atau pr, apa ayanh mengerti apah yang sedang saya kerjakan.?" "tidak nak.. ayah tidak mengerti yang sedang kamu kerjakan.
Kemudian anak saya bertanya : " lalu kenpah ayah selalu memperhatikan ku seolah ayah mengerti?"
Saya berkata : "Begini anakku ayah memperhatikanmu buakn berarti ayang mengerti. tapi jika kamu mengerjakan soal-soal itu dengan cepat berarti soal itu sangat mudah; Jika kamu menyalakan kipas angin,mengambil minum, maka ayah tau soal tersebut susah."



Saya seorang buruh bangunan, sering kali saya mengangkat kepala saya dan melihat ke langitdengan melihat banguna-bangunan tinggi-tinggi. Saya bertanya kepada anak saya, Aminudin apakah kamu ingin tinggal di rumah yang bangunanya tinggi,mewah dan sangat bagus .?" Mempunyai kendaraan mobil motor sepeda dll yang sangat bagus .?"

Pada saat itu expresi aminudin dengan polosnya dia hanya menganggukan kepalnya. Saya berkata : Begini anaku aminudin, Kamu harus giat belajar dengan baik."

Pendek cerita, pria paruh baya tersebut menjelaskan apah yang dia maksudkan dalam ceritanya terhadap anaknya. pria paruh baya itu berkata dengan sangat penuh percaya diri.

"Saya memang tidak perpendidikan, saya tidak terpelajar, dan saya tidak mengerti soal menulis dan membaca. dan saya tidak tau cara mendidik anak dengan yang sebagian para wali orang tua murid lakukan. Saya hanya senang bercakap-cakap dengan anak saya, dan keseharian kami hanya melakukan hal yang sederhana, saya tidak memberikan anak saya uang jajan.

setiap saya bekerja anak saya senang ikut dengan saya dan melihat saya bekerja , sambil jongkok di samping saya. anak saya jauh dari anak" lainya yang bisa merasakan selayaknya bisa bermain dan melakukan hal seperti anak-anak lainya.


Kami menghabiskan waktu bersama sering kali anak saya membantu melakukan pekerjaan-pekerjaan kecil,contoh menyapu mencuci piring,dll."

Selang beberapa menit pria paruh baya itu menghampiri guru anaknya dan membungkuk untuk meberikan kehormatan kepada sang guru! Semua orang yang di dalam ruangan yang melihat kejadian ini, langsung terpaku tak bergeming, Hati mereka sangat tersentuh dengan apah yang di lakukan pria paruh baya itu selintas mereka tersentuh dengan apah yang di berikan pengalaman dari sosok pria paruh baya itu.

"Sosok pria paruh baya inilah menjadi inspirasi, bagaimana dia tidak mengenal huruf ,angka, dan dia tidak berpendidikan dan tidak terpelajar. Tapi dia sudah membuktikan bagaimana menjadi orang tua yang bisa di patut contoh dalam membesarkan anak. dengan kekuranganya dan latar belakangnya.

Inilah cerita yang kami rangkul dalam kisah nyata "Seorang paruh baya yang membesarkan anaknya seorang diri"









Next
Previous
Click here for Comments

0 komentar: